Hari ini langit benar-benar indah, goresan tangan tuhan menyatu dalam menciptakan gradasi warna langit senja sekarang.
"Kok dia belum datang ya?" Aku bertanya-tanya sambil terus melirik arah jam tangan. Jam 5 sore, sesuai janji.
"Sudahlah lebih baik menunggu sebentar, mungkin dia dalam perjalanan" pikirku lalu berjalan menuju bangku besi dibawah pohon besar.
Selama menunggu aku memainkan hp dalam genggamanku. Menimang-nimang apa yang akan terjadi setelah hari ini. Tapi, Hari ini pasti aku katakan semua tentang apa yang terjadi selama sebulan terakhir ini. Harus. Sebelum ada yang tersakiti lagi.
Tak lama kemudian~
"Hosh..hosh..maaf sayang, aku telat. Tadi ada urusan dulu" suara bariton hinggap ditelingaku saat aku menunduk melihat gambar dalam hp ku.
"Eh iya gapapa kok, kamu cape ya? Maaf yaa.. mau minum dulu gak?" Tawarku terlebih dahulu.
"Nggak usah, tadi udah kok" jawabnya singkat
"Eh iya mau ngomongin apa? Sampe harus ngajakin kesini, penting banget ya?" Lanjutnya sambil duduk disampingku
Aku terdiam sebentar, lalu menarik napas panjang sebentar kemudian mengehembungkannya kembali.
"Maaf yan, hubungan kita harus berakhir sampai sini" Kataku cukup cepat, aku langsung menunduk. Sebenernya aku terlalu takut jika keputusan yang ku ambil ini salah. Tapi, aku juga udah terlalu sakit. Sudah lama aku mengetahuinya tetapi aku sangkal dan berpikir positive terus menerua hingga titik lelah itu timbul dari hatiku.
"Kenapa?" Balasnya singkat sambil menatap mukaku. Aku memang tidak melihat tapi aku merasakannya.
"Kamu pasti tau, jadi aku mohon lepasin aku" akhirku yang langsung meninggalkannya tanpa menunggu jawabannya, tak terasa pipiku basah oleh air mata.
Sudah. Semua sudah selesai. Tali itu putus. Kataku dalam hati
#FF2in1 @nulisbuku @tiket
Rabu, 18 Februari 2015
Minggu, 15 Februari 2015
Tentang nya
![]() |
| Ps: I Love Mom @bukune @bukuberkaki #ILoveMom |
Hadirnya telah hilang dihempas waktu beberapa tahun lalu
Namun, rasa cinta dan kasih sayangnya belum habis hingga kini
Dia menyalurkan rasa kasih sayangya lewat cara yang takkan pernah diketahui
Dia yang mengorbankan seluruh hidupnya hanya untuk putri tersayangnya
Dia titipkan seluruh mimpi, angan dan harapannya untuk masa depan nanti.
Sesosok perempuan dewasa dengan bandana dirambutnya berjalan dalam balutan baju daster berwarna hitam polkadot itu sedang memegang botol susu dengan tatapan tidak melihat arah kamera yang tercetak dalam kertas foto lusuh dimakan waktu adalah orang yang telah melahirkanku. Orang yang ingin sekali saja aku tatap muka lelahnya dengan langsung. Orang yang tak pernah ku rasakan hadirnya karena waktu telah menjemputnya untuk kembali kedalam pelukan Sang kasih.
Dalam bentuk bingkai foto aku tau seperti apa sosoknya. Dalam bentuk cerita dari keluargaku yang lainnya aku telah tau tentang kisah hidupnya yang penuh suka dan duka, tentang masa kecilnya, dan tentang sakit yang dideritanya.
16 tahun kini ku telah ada di dunia ini karenanya. Bernapas, makan, tidur, mewujudkan mimpi-mimpi dalam hidupku semua itu karena pengorbanan seluruh cinta dan sayang yang ia miliki.
Lalu 13 tahun aku hidup di dunia ini tanpa kasihnya, hanya ditemani oleh ibu darinya. Hanya 3 tahun dia ada dalam hidupku. Singkat. Bahkan terlalu singkat.
Tiga tahun itu juga dia menderita penyakit konyol yang membawanya lebih cepat kepada malaikat. Aku sungguh tak bisa mengingat apa yang terjadi selama tiga tahun yang menyenangkan sekaligus menyakitkan karena saat itu aku hanya seorang balita kecil yang belum mengerti apa-apa.
Tiga tahun itu menyenangkan karena aku masih memiliki sosok hebat itu, dan tiga tahun yang menyakitkan karena aku tak pernah di asuh olehnya hingga akhir hayat.
Walaupun begitu, tetap ada rasa rindu yang membuncah yang menelusup direlung hati ini, keinginan menemui lalu melihat wajahnya itu tetap ada.
Kini yang bisa ku lakukan yang berdoa kepada Sang ilahi agar dia selalu menjaga sosok pahlawan itu dalam taman surgawinya untuk sekedar mengurangi rasa rindu ini sekaligus menunggu waktu mempertemukanku denganya.
Hanya kata maaf untukmu karena aku belum sempat membalas kasih sayangmu dan terima kasih untuk seluruh pengorbanan yang telah kau berikan kepadaku dan rasa kehilangan yang telah kau ajarkan kepadaku selagi dini hanya untuk membuatku menjadi seseorang yang sabar, hebar dan kuat di masa yang akan datang nanti.
Sekali lagi maaf dan terima kasih mama yang selalu ku rindukan.
Rabu, 11 Februari 2015
Soulmate
"Berduaan mulu nih ada lem nya ya?"
"Iyalah kan mereka lemnya cinta, haha"
"Udah sih yang pasangan nempel kayak hidung sama upil mah jangan diganggu bro"
Suara-suara keisengan teman-temanku mulai lagi hanya melihat aku dan doni-sahabatku- berjalan menuju kantin. Kami-aku dan doni- memang bersahabat dari bangku tk jadi aku merasa tidak ada yang aneh jika aku berjalan atau kemana-mana bersama doni.
"Apaan sih lex? Orang cuman jalan berdua doang, yeeyy" balasku sambil memeletkan lidah
"Udah fit, jangan dibalas nanti malah diledekin balik lohh" kata doni sambil menarik lengan ku yang langsung diteriaki oleh makhluk hidup dilorong "huuuhh yang pasangan kaos kaki lem mah susah lepas, haha".
Yaahh dari dulu aku memang selalu mengelak dari ledekan teman-temank dan doni lah yang menghentikan tingkah ku. Tapi kami tetaplah seorang sahabat
#FF2in1 @nulisbuku
"Iyalah kan mereka lemnya cinta, haha"
"Udah sih yang pasangan nempel kayak hidung sama upil mah jangan diganggu bro"
Suara-suara keisengan teman-temanku mulai lagi hanya melihat aku dan doni-sahabatku- berjalan menuju kantin. Kami-aku dan doni- memang bersahabat dari bangku tk jadi aku merasa tidak ada yang aneh jika aku berjalan atau kemana-mana bersama doni.
"Apaan sih lex? Orang cuman jalan berdua doang, yeeyy" balasku sambil memeletkan lidah
"Udah fit, jangan dibalas nanti malah diledekin balik lohh" kata doni sambil menarik lengan ku yang langsung diteriaki oleh makhluk hidup dilorong "huuuhh yang pasangan kaos kaki lem mah susah lepas, haha".
Yaahh dari dulu aku memang selalu mengelak dari ledekan teman-temank dan doni lah yang menghentikan tingkah ku. Tapi kami tetaplah seorang sahabat
#FF2in1 @nulisbuku
Cahaya Senja
Matahari bergerak turun di ujung pantai yang diiringi awan kelabu lalu menyisakan warna jingga kemerah-merahan. Senja.
"Bang, kenapa senja bentar banget ya?" Pertanyaan itu terlontar dari suara khas anak kecil yang sedang menatap senja diufuk barat pantai dari balon udara.
"Kenapa ya? Menurut kamu kenapa?" Tanya balik laki-laki disamping anak perempuan itu. Mendengar hal itu membuatku terdiam sejenak sambil berpikir.
"Hemm, perintah tuhan ya bang?" Ucap anak kecil sambil menengok kearah kakak kandung yang masih menatap langit berwarna jingga itu.
Irsyad-lelaki itu- tidak menjawab pertanyaan adik perempuannya melainkan menatap senja itu yang ditutupi awan kelabu. Mungkin dia berpikir adiknya yang masih belia untuk diberi tau tentang rahasia tuhan yang satu ini.
"Bang? Kok diem sih?" Ujung baju irsyad kini ditarik oleh tangan kecil adiknya dengan tak sabaran. Irsyad pun menengok ke caca-adik irsyad- lalu tersenyum sambil mengusap rambut hitam adiknya.
"Kamu tau gak dek, kenapa ayah sama bunda ninggalin kita?" Tanyaku yang langsung dibalas gelengan caca.
"Itu karena waktu ayah sama bunda didunia ini sudah habis. Sama kayak senja dia muncul lalu tak lama menghilang karena waktu yang diberikan tuhan sudah habis. Tetapi dia akan kembali lagi beda dengan ayah dan bunda yang takkan pernah kembali. Jadi jawaban kamu benar dek. 100 buat kamu" ujarku sambil menatap mata belo adik semata wayangnya lalu mencubit hidung kecilnya.
"Jadi dia diciptakan tuhan hanya sebentar karena dia selalu mempunyai waktu esok untuk kembali kan bang?" kata caca yang sedang berjinjit melihat senja yang akan hilang itu diiringi senyuman kecilnya
"Bang, kenapa senja bentar banget ya?" Pertanyaan itu terlontar dari suara khas anak kecil yang sedang menatap senja diufuk barat pantai dari balon udara.
"Kenapa ya? Menurut kamu kenapa?" Tanya balik laki-laki disamping anak perempuan itu. Mendengar hal itu membuatku terdiam sejenak sambil berpikir.
"Hemm, perintah tuhan ya bang?" Ucap anak kecil sambil menengok kearah kakak kandung yang masih menatap langit berwarna jingga itu.
Irsyad-lelaki itu- tidak menjawab pertanyaan adik perempuannya melainkan menatap senja itu yang ditutupi awan kelabu. Mungkin dia berpikir adiknya yang masih belia untuk diberi tau tentang rahasia tuhan yang satu ini.
"Bang? Kok diem sih?" Ujung baju irsyad kini ditarik oleh tangan kecil adiknya dengan tak sabaran. Irsyad pun menengok ke caca-adik irsyad- lalu tersenyum sambil mengusap rambut hitam adiknya.
"Kamu tau gak dek, kenapa ayah sama bunda ninggalin kita?" Tanyaku yang langsung dibalas gelengan caca.
"Itu karena waktu ayah sama bunda didunia ini sudah habis. Sama kayak senja dia muncul lalu tak lama menghilang karena waktu yang diberikan tuhan sudah habis. Tetapi dia akan kembali lagi beda dengan ayah dan bunda yang takkan pernah kembali. Jadi jawaban kamu benar dek. 100 buat kamu" ujarku sambil menatap mata belo adik semata wayangnya lalu mencubit hidung kecilnya.
"Jadi dia diciptakan tuhan hanya sebentar karena dia selalu mempunyai waktu esok untuk kembali kan bang?" kata caca yang sedang berjinjit melihat senja yang akan hilang itu diiringi senyuman kecilnya
Langganan:
Komentar (Atom)

