Rabu, 18 Februari 2015

Berhenti

Hari ini langit benar-benar indah, goresan tangan tuhan menyatu dalam menciptakan gradasi warna langit senja sekarang.

"Kok dia belum datang ya?" Aku bertanya-tanya sambil terus melirik arah jam tangan. Jam 5 sore, sesuai janji.

"Sudahlah lebih baik menunggu sebentar, mungkin dia dalam perjalanan" pikirku lalu berjalan menuju bangku besi dibawah pohon besar.

Selama menunggu aku memainkan hp dalam genggamanku. Menimang-nimang apa yang akan terjadi setelah hari ini. Tapi, Hari ini pasti aku katakan semua tentang apa yang terjadi selama sebulan terakhir ini. Harus. Sebelum ada yang tersakiti lagi.

Tak lama kemudian~

"Hosh..hosh..maaf sayang, aku telat. Tadi ada urusan dulu" suara bariton hinggap ditelingaku saat aku menunduk melihat gambar dalam hp ku.

"Eh iya gapapa kok, kamu cape ya? Maaf yaa.. mau minum dulu gak?" Tawarku terlebih dahulu.

"Nggak usah, tadi udah kok" jawabnya singkat

"Eh iya mau ngomongin apa? Sampe harus ngajakin kesini, penting banget ya?" Lanjutnya sambil duduk disampingku

Aku terdiam sebentar, lalu menarik napas panjang sebentar kemudian mengehembungkannya kembali.

"Maaf yan, hubungan kita harus berakhir sampai sini" Kataku cukup cepat, aku langsung menunduk. Sebenernya aku terlalu takut jika keputusan yang ku ambil ini salah. Tapi, aku juga udah terlalu sakit. Sudah lama aku mengetahuinya tetapi aku sangkal dan berpikir positive terus menerua hingga titik lelah itu timbul dari hatiku.

"Kenapa?" Balasnya singkat sambil menatap mukaku. Aku memang tidak melihat tapi aku merasakannya.

"Kamu pasti tau, jadi aku mohon lepasin aku" akhirku yang langsung meninggalkannya tanpa menunggu jawabannya, tak terasa pipiku basah oleh air mata.

Sudah. Semua sudah selesai. Tali itu putus. Kataku dalam hati

#FF2in1 @nulisbuku @tiket

Tidak ada komentar:

Posting Komentar