"Apa kau ragu dengan ku? Nggak yakin?" Tanya laki-laki itu dengan tatapan mengintimidasi wanita didepannya yang sedang menunduk.
"Jawab nay!" Kata laki-laki itu lagi, tapi wanita itu tetap bergeming.
Mereka sedang ada ditaman kota. Tempat pertemuan mereka untuk pertama kali beberapa tahun silam.
"A..aku takut" ucap lirih selirih angin wanita tersebut.
"Takut apa? Kamu gak yakin dengan janji ku? Jawab say"
"Kita beda keyakinan ray" Potong wanita berambut kecoklatan itu.
"Kalau bersama-sama, kita pasti nemuin jalan keluarnya" ucap tegas rayan.
"Tapi aku gak yakin, semua nya bakal semudah itu"
"Tatap mata aku nay, aku bakal buktiin kalau agama bukanlah pengahalang" Rayan kembali menegaskan kepada nayla dengan memegang kedua bahu nayla lalu dicekram pelan. Senja mulai menerangi keduanya.
"Kasih aku waktu" kata nayla singkat setelah menatap mata elang milik rayan. Penuh kepercayaan dan keyakinan!.
"Baiklah, tapi aku yakin bahwa kamulah tulang rusuk utama ku. Aku kan bertahan selama waktu masih berjalan. Aku janji" ujar rayan sambil mengelus pipi kanan nayla dengan lembut. Nayla hanya mengangguk lalu memejamkan matanya sebentar.
"Sudah ya! Aku balik dulu, dahh sayang" pamit rayan yang diangguki kembali nayla.
Akhirnya mereka berpisah, berlandaskan dengan kepercayaan dan ketulusan serta menunggu waktu dan takdir untuk mempertemukan kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar