Sabtu, 04 Juli 2015

12 Pertanyaan GagasMedia #TerusBergegas



1. A. Happily Ever After
B. Lovasket Series
C. Supernova Series
D. Ayah
E. Dear Bodyguard
F. Summer
G. Jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri
H. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
I. Delov 1&2
J. Giyan
K. JDS Series
L. Alyssa Babies

2.Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

3. Manusia sekarang cuma sibuk urus perkara dunia. Lupa mereka, langit itu bukan hiasan. -Gelombang-

4. Ari, karena dia cowok yang bikin cewek melting dengan caranya sendiri. Entah itu kasar-lembut, atau disadari-tidak disadari.

5. Novel Giyan, karena gak nyangka aja kalau endingnya ternyata Giyan juga lesbi seperti sahabat-sahabatnya.

6. Novel Jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri, karena aku baru tau tentang dunia kepenulisan dari teman, dan dia merekomendasikan buku tersebut.

7. Novel Jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri, karena sedikit mikir juga pas pertama kali liat. Kok jatuh cinta bisa bikin orang bunuh diri ya?.

8. Novel Happily Ever After, karena lucu rumahnya itu kayak buku terus atasnya kayak taman gitu. Unik pokoknya.

9. Tema persahabatan dan cinta.

10. Mbak Dee Lestari, kalau ketemu mau minta tanda tangan, foto bareng, minta tips menulis, sama titip salam buat tokoh cowok yang dia bikin di novel-novelnya.

11. Buku cetak(kertas) karena kalau dibaca berulang-ulang gak bikin mata sakit, bisa minta tanda tangan sama penulisnya, dan bau kertasnya yang beda sama kertas lain.

12. GagasMedia emang penerbit yang keren dan kreatif banget kalau bikin pembatas novel.

Jumat, 19 Juni 2015

Baca itu membuatku maniak

Kemarin aku menyelesaikan novel Ayah dalam waktu 3 hari. Cukup lama mengingat aku suka ngabisin novel dalam 1 hari. Lalu malamnya novel Lovasket 5 yang langsung aku lahap dalam waktu 3 jam. Dan paginya langsung juga habisin Lovasket 6. Wkwk lovasket emang gak ada dua nya deh.

Kenapa langsung ke seri 5 dan 6, karena aku sudah baca seri 1 sampai via pdf, hehe. Maklum belum punya uang.

Tapi tetep punya niat buat koleksi semua seri Lovasket. Abis Savira Priskilla dkk bikin aku jatuh cinta sama mereka berkali-kali baca.

Buat novel selanjutnya mungkin Happily Ever After punya ka Winda Effendi lalu Gelombang by Dee Lestari. Bahan bacaan habis, beli lagi deh, wkwk.




Jumat, 29 Mei 2015

Launching Novel Ayah

Hari ini aku ke toko buku diam-diam dan sendiri, karena otakku sudah dipenuhi dengan judul-judul novel yang telah masuk ke waiting list-ku.

Dan sebenarnya ke toko buku itu sekalian ikut launching novel Ayah oleh bang Andrea Hirata. He is so humble:). Ilmu-ilmunya, kata-kata, dan semangatnya itu kece parah.

Awalnya ragu mau ikut launching apa nggak, gara-gara htm nya adalah struk pembelian buku. Tapi entah keajaiban dari mana, novel-novel yang aku cari 50% kosong. Huh, aku gatau harus senang atau nggak.

Allah memang maha baik. Ternyata di acara itu ada sesi tanda tangan dan foto bareng. Kyaaa!!! Aku exited seketika hanya karena pengumuman dari mc nya itu.

Jadilah aku yang berpose aneh akibat grogi ketemu bang andrea-___-

Ah iya. Jadi aku ke toko buku hanya membeli 3 buku, yaitu novel Lovasket seri ke 5 dan 6 dan pastinya novel Ayah:).

Btw, minggu ini aku akan UAS, semoga nilainya tidak mengecewakan:)

Rabu, 08 April 2015

Vas bunga

Pranggg

Bunyi benda itu seketika membuat cewek berambut pendek itu kaget, ia tidak sengaja menyenggol vas bunga itu karena sedang terburu-buru mencari buku miliknya, refleks ia langsung memegang pecahan vas bunga berwarna krem itu.

Aaaww, rintihnya tertahan sambil memegang telapak tangan kirinya yang sedikit berdarah.
Mata bulatnya kini menatap pecahan vas bunga berisikan bunga mawar putih dan air yang ikut membasahinya, tangan kanannya mencoba mengambil tangkai bunga tersebut dengan hati-hati karena ada durinya.

"Ini bunga buat kamu ya dek, hati-hati megangnya, soalnya banyak durinya" Ucap lelaki berkaca mata itu sambil menyodorkan sebuah bunga mawar putih kepada anak perempuan yang tingginya tak lebih dari pinggangnya.

Anak perempuan bermata coklat itu hanya mengangguk lalu mengambil tangkai bunga tersebut dengan kehati-hatian yang cukup tinggi, lalu ia mengucapkan terima kasih disertai senyumannya.

"Bunga itu janji kalau kakak bakal balik lagi untuk ketemu kamu disini, jadi kamu harus jaga bunga itu baik-baik sampai kakak balik lagi, oke cha?" Kata lelaki itu lagi sambil menurunkan badannya setara dengan anak perempuan tersebut.

"Oke kak" jawab icha mantap. Mendengarnya, lelaki tersebut mengacak-acak pelan rambut icha disertai kekehan kecil.

Mengingat itu, icha-cewek berambut pendek- menangis dalam diam.
"Maafin aku kak, aku gagal menjaga bunga ini" katanya lirih, tangan kanannya masih memegang tangkai bunga tersebut, kali ini ia memegangnya cukup erat hingga darah bercucuran dari telapak tangannya.

Rabu, 01 April 2015

Keyakinan

"Apa kau ragu dengan ku? Nggak yakin?" Tanya laki-laki itu dengan tatapan mengintimidasi wanita didepannya yang sedang menunduk.

"Jawab nay!" Kata laki-laki itu lagi, tapi wanita itu tetap bergeming.

Mereka sedang ada ditaman kota. Tempat pertemuan mereka untuk pertama kali beberapa tahun silam.

"A..aku takut" ucap lirih selirih angin wanita tersebut.

"Takut apa? Kamu gak yakin dengan janji ku? Jawab say"

"Kita beda keyakinan ray" Potong wanita berambut kecoklatan itu.

"Kalau bersama-sama, kita pasti nemuin jalan keluarnya" ucap tegas rayan.

"Tapi aku gak yakin, semua nya bakal semudah itu"

"Tatap mata aku nay, aku bakal buktiin kalau agama bukanlah pengahalang" Rayan kembali menegaskan kepada nayla dengan memegang kedua bahu nayla lalu dicekram pelan. Senja mulai menerangi keduanya.

"Kasih aku waktu" kata nayla singkat setelah menatap mata elang milik rayan. Penuh kepercayaan dan keyakinan!.

"Baiklah, tapi aku yakin bahwa kamulah tulang rusuk utama ku. Aku kan bertahan selama waktu masih berjalan. Aku janji" ujar rayan sambil mengelus pipi kanan nayla dengan lembut. Nayla hanya mengangguk lalu memejamkan matanya sebentar.

"Sudah ya! Aku balik dulu, dahh sayang" pamit rayan yang diangguki kembali nayla.

Akhirnya mereka berpisah, berlandaskan dengan kepercayaan dan ketulusan  serta menunggu waktu dan takdir untuk mempertemukan kembali.

Rabu, 18 Februari 2015

Berhenti

Hari ini langit benar-benar indah, goresan tangan tuhan menyatu dalam menciptakan gradasi warna langit senja sekarang.

"Kok dia belum datang ya?" Aku bertanya-tanya sambil terus melirik arah jam tangan. Jam 5 sore, sesuai janji.

"Sudahlah lebih baik menunggu sebentar, mungkin dia dalam perjalanan" pikirku lalu berjalan menuju bangku besi dibawah pohon besar.

Selama menunggu aku memainkan hp dalam genggamanku. Menimang-nimang apa yang akan terjadi setelah hari ini. Tapi, Hari ini pasti aku katakan semua tentang apa yang terjadi selama sebulan terakhir ini. Harus. Sebelum ada yang tersakiti lagi.

Tak lama kemudian~

"Hosh..hosh..maaf sayang, aku telat. Tadi ada urusan dulu" suara bariton hinggap ditelingaku saat aku menunduk melihat gambar dalam hp ku.

"Eh iya gapapa kok, kamu cape ya? Maaf yaa.. mau minum dulu gak?" Tawarku terlebih dahulu.

"Nggak usah, tadi udah kok" jawabnya singkat

"Eh iya mau ngomongin apa? Sampe harus ngajakin kesini, penting banget ya?" Lanjutnya sambil duduk disampingku

Aku terdiam sebentar, lalu menarik napas panjang sebentar kemudian mengehembungkannya kembali.

"Maaf yan, hubungan kita harus berakhir sampai sini" Kataku cukup cepat, aku langsung menunduk. Sebenernya aku terlalu takut jika keputusan yang ku ambil ini salah. Tapi, aku juga udah terlalu sakit. Sudah lama aku mengetahuinya tetapi aku sangkal dan berpikir positive terus menerua hingga titik lelah itu timbul dari hatiku.

"Kenapa?" Balasnya singkat sambil menatap mukaku. Aku memang tidak melihat tapi aku merasakannya.

"Kamu pasti tau, jadi aku mohon lepasin aku" akhirku yang langsung meninggalkannya tanpa menunggu jawabannya, tak terasa pipiku basah oleh air mata.

Sudah. Semua sudah selesai. Tali itu putus. Kataku dalam hati

#FF2in1 @nulisbuku @tiket

Minggu, 15 Februari 2015

Tentang nya

Ps: I Love Mom @bukune @bukuberkaki #ILoveMom


Hadirnya telah hilang dihempas waktu beberapa tahun lalu

Namun, rasa cinta dan kasih sayangnya belum habis hingga kini

Dia menyalurkan rasa kasih sayangya lewat cara yang takkan pernah diketahui

Dia yang mengorbankan  seluruh hidupnya hanya untuk putri tersayangnya

Dia titipkan seluruh  mimpi, angan dan harapannya untuk masa depan nanti.

Sesosok perempuan dewasa dengan bandana dirambutnya berjalan dalam balutan baju daster berwarna hitam polkadot itu sedang memegang botol susu dengan tatapan tidak melihat arah kamera yang tercetak dalam kertas foto lusuh dimakan waktu adalah orang yang telah melahirkanku. Orang yang ingin sekali saja aku tatap muka lelahnya dengan langsung. Orang yang tak pernah ku rasakan hadirnya karena waktu telah menjemputnya untuk kembali kedalam pelukan Sang kasih.


Dalam bentuk bingkai foto aku tau seperti apa sosoknya. Dalam bentuk cerita dari keluargaku yang lainnya aku telah tau  tentang kisah hidupnya yang penuh suka dan duka, tentang masa kecilnya, dan tentang sakit yang dideritanya.


16 tahun kini ku telah ada di dunia ini karenanya. Bernapas, makan, tidur, mewujudkan mimpi-mimpi dalam hidupku semua itu karena pengorbanan seluruh cinta dan sayang yang ia miliki.

Lalu 13 tahun aku hidup di dunia ini tanpa kasihnya, hanya ditemani oleh ibu darinya. Hanya 3 tahun dia ada dalam hidupku. Singkat. Bahkan terlalu singkat.


Tiga tahun itu juga dia menderita penyakit konyol yang membawanya lebih cepat kepada malaikat. Aku sungguh tak bisa mengingat apa yang terjadi selama tiga tahun yang menyenangkan sekaligus menyakitkan karena saat itu aku hanya seorang balita kecil yang belum mengerti apa-apa.

Tiga tahun itu menyenangkan karena aku masih memiliki sosok hebat itu, dan tiga tahun yang menyakitkan karena aku tak pernah di asuh olehnya hingga akhir hayat.


Walaupun begitu, tetap ada rasa rindu yang membuncah yang menelusup direlung hati ini, keinginan menemui lalu melihat wajahnya itu tetap ada.


Kini yang bisa ku lakukan yang berdoa kepada Sang ilahi agar dia selalu menjaga sosok pahlawan itu dalam taman surgawinya untuk sekedar mengurangi rasa rindu ini sekaligus menunggu waktu mempertemukanku denganya.


Hanya kata maaf untukmu karena aku belum sempat membalas kasih sayangmu dan terima kasih untuk seluruh pengorbanan yang telah kau berikan kepadaku dan rasa kehilangan yang telah kau ajarkan kepadaku selagi dini hanya untuk membuatku menjadi seseorang yang sabar, hebar dan kuat di masa yang akan datang nanti.

Sekali lagi maaf dan terima kasih mama yang selalu ku rindukan.

Rabu, 11 Februari 2015

Soulmate

"Berduaan mulu nih ada lem nya ya?"

"Iyalah kan mereka lemnya cinta, haha"

"Udah sih yang pasangan nempel kayak hidung sama upil mah jangan diganggu bro"

Suara-suara keisengan teman-temanku mulai lagi hanya melihat aku dan doni-sahabatku- berjalan menuju kantin. Kami-aku dan doni- memang bersahabat dari bangku tk jadi aku merasa tidak ada yang aneh jika aku berjalan atau kemana-mana bersama doni.

"Apaan sih lex? Orang cuman jalan berdua doang, yeeyy" balasku sambil memeletkan lidah

"Udah fit, jangan dibalas nanti malah diledekin balik lohh" kata doni sambil menarik lengan ku yang langsung diteriaki oleh makhluk hidup dilorong "huuuhh yang pasangan kaos kaki lem mah susah lepas, haha".

Yaahh dari dulu aku memang selalu mengelak dari ledekan teman-temank dan doni lah yang menghentikan tingkah ku. Tapi kami tetaplah seorang sahabat

#FF2in1 @nulisbuku

Cahaya Senja

Matahari bergerak turun di ujung pantai yang diiringi awan kelabu lalu menyisakan warna jingga kemerah-merahan. Senja.

"Bang, kenapa senja bentar banget ya?" Pertanyaan itu terlontar dari suara khas anak kecil yang sedang menatap senja diufuk barat pantai dari balon udara.

"Kenapa ya? Menurut kamu kenapa?" Tanya balik laki-laki disamping anak perempuan itu. Mendengar hal itu membuatku terdiam sejenak sambil berpikir.

"Hemm, perintah tuhan ya bang?" Ucap anak kecil sambil menengok kearah kakak kandung yang masih menatap langit berwarna jingga itu.

Irsyad-lelaki itu- tidak menjawab pertanyaan adik perempuannya melainkan menatap senja itu yang ditutupi awan kelabu. Mungkin dia berpikir adiknya yang masih belia untuk diberi tau tentang rahasia tuhan yang satu ini.

"Bang? Kok diem sih?" Ujung baju irsyad kini ditarik oleh tangan kecil adiknya dengan tak sabaran. Irsyad pun menengok ke caca-adik irsyad- lalu tersenyum sambil mengusap rambut hitam adiknya.

"Kamu tau gak dek, kenapa ayah sama bunda ninggalin kita?" Tanyaku yang langsung dibalas gelengan caca.
"Itu karena waktu ayah sama bunda didunia ini sudah habis. Sama kayak senja dia muncul lalu tak lama menghilang karena waktu yang diberikan tuhan sudah habis. Tetapi dia akan kembali lagi beda dengan ayah dan bunda yang takkan pernah kembali. Jadi jawaban kamu benar dek. 100 buat kamu" ujarku sambil menatap mata belo adik semata wayangnya lalu mencubit hidung kecilnya.

"Jadi dia diciptakan tuhan hanya sebentar karena dia selalu mempunyai waktu esok untuk kembali kan bang?" kata caca yang sedang berjinjit melihat senja yang akan hilang itu diiringi senyuman kecilnya