Matahari bergerak turun di ujung pantai yang diiringi awan kelabu lalu menyisakan warna jingga kemerah-merahan. Senja.
"Bang, kenapa senja bentar banget ya?" Pertanyaan itu terlontar dari suara khas anak kecil yang sedang menatap senja diufuk barat pantai dari balon udara.
"Kenapa ya? Menurut kamu kenapa?" Tanya balik laki-laki disamping anak perempuan itu. Mendengar hal itu membuatku terdiam sejenak sambil berpikir.
"Hemm, perintah tuhan ya bang?" Ucap anak kecil sambil menengok kearah kakak kandung yang masih menatap langit berwarna jingga itu.
Irsyad-lelaki itu- tidak menjawab pertanyaan adik perempuannya melainkan menatap senja itu yang ditutupi awan kelabu. Mungkin dia berpikir adiknya yang masih belia untuk diberi tau tentang rahasia tuhan yang satu ini.
"Bang? Kok diem sih?" Ujung baju irsyad kini ditarik oleh tangan kecil adiknya dengan tak sabaran. Irsyad pun menengok ke caca-adik irsyad- lalu tersenyum sambil mengusap rambut hitam adiknya.
"Kamu tau gak dek, kenapa ayah sama bunda ninggalin kita?" Tanyaku yang langsung dibalas gelengan caca.
"Itu karena waktu ayah sama bunda didunia ini sudah habis. Sama kayak senja dia muncul lalu tak lama menghilang karena waktu yang diberikan tuhan sudah habis. Tetapi dia akan kembali lagi beda dengan ayah dan bunda yang takkan pernah kembali. Jadi jawaban kamu benar dek. 100 buat kamu" ujarku sambil menatap mata belo adik semata wayangnya lalu mencubit hidung kecilnya.
"Jadi dia diciptakan tuhan hanya sebentar karena dia selalu mempunyai waktu esok untuk kembali kan bang?" kata caca yang sedang berjinjit melihat senja yang akan hilang itu diiringi senyuman kecilnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar