Bunyi benda itu seketika membuat cewek berambut pendek itu kaget, ia tidak sengaja menyenggol vas bunga itu karena sedang terburu-buru mencari buku miliknya, refleks ia langsung memegang pecahan vas bunga berwarna krem itu.
Aaaww, rintihnya tertahan sambil memegang telapak tangan kirinya yang sedikit berdarah.
Mata bulatnya kini menatap pecahan vas bunga berisikan bunga mawar putih dan air yang ikut membasahinya, tangan kanannya mencoba mengambil tangkai bunga tersebut dengan hati-hati karena ada durinya.
"Ini bunga buat kamu ya dek, hati-hati megangnya, soalnya banyak durinya" Ucap lelaki berkaca mata itu sambil menyodorkan sebuah bunga mawar putih kepada anak perempuan yang tingginya tak lebih dari pinggangnya.
Anak perempuan bermata coklat itu hanya mengangguk lalu mengambil tangkai bunga tersebut dengan kehati-hatian yang cukup tinggi, lalu ia mengucapkan terima kasih disertai senyumannya.
"Bunga itu janji kalau kakak bakal balik lagi untuk ketemu kamu disini, jadi kamu harus jaga bunga itu baik-baik sampai kakak balik lagi, oke cha?" Kata lelaki itu lagi sambil menurunkan badannya setara dengan anak perempuan tersebut.
"Oke kak" jawab icha mantap. Mendengarnya, lelaki tersebut mengacak-acak pelan rambut icha disertai kekehan kecil.
Mengingat itu, icha-cewek berambut pendek- menangis dalam diam.
"Maafin aku kak, aku gagal menjaga bunga ini" katanya lirih, tangan kanannya masih memegang tangkai bunga tersebut, kali ini ia memegangnya cukup erat hingga darah bercucuran dari telapak tangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar